FUMIGASI KAPAL

FUMIGASI KAPAL

Kehadiran hama sering ditemukan di kapal-kapal pengirim barang, maka sangatlah penting untuk mengatasi hama-hama khususnya tikus, sebagai bagian dari ketentuan hukum yang berlaku di negara yang sering ekspor impor. Sebelum fumigasi kapal dilakukan, pengosongan area beresiko harus dilakukan dan pastikan seluruh lubang tertutup untuk mencegah kebocoran fumigan.

Masuk ke area yang difumigasi hanya diijinkan ketika area telah bisa dinyatakan aman oleh fumigator yang bertugas. Hal ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan untuk memastikan level konsentrasi gas ada di bawah OES atau Standar Exposur Keselamatan.

Dasar Hukum Fumigasi KKP

  • UU Nomor 01 tahun 1962, tentang Karantina Laut
  • UU Nomor 04 tahun 1984, tentang Wabah Penyakit Menular
  • UU Nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan
  • UU Nomor 17 tahun 2008, tentang Pelayaran
  • PP Nomor 40 tahun 1991, tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular
  • Permenkes Nomor 2348 tahun 2011, tentang Perubahan Permenkes No.356/Menkes/Per/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan
  • Permenkes Nomor 4 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Tindakan Hapus Tikus dan hapus serangga pada alat angkut di pelabuhan, bandar udara, dan pos lintas batas darat
  • Permenkes Nomor 40 tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal
  • International Health Regulation tahun 2005
error: Content is protected !!
WhatsApp Konsultasi Gratis
%d bloggers like this: