FUMIGASI

FUMIGASI

Fumigasi adalah teknik penanganan tepat sasaran yang biasa digunakan oleh pengendali hama profesional untuk membasmi hama secara efektif yang menyerang komoditas-komiditas dan produk-produk pangan.

Fumigan atau gas yang digunakan sangat beracun untuk organisme hidup tanpa terkecuali manusia. Oleh karena itu, penggunaan fumigan sangat diatur dan dikendalikan oleh undang-undang setempat dan harus didaftarkan. Fumigan diaplikasikan di dalam ruangan tertutup dan kedap udara. Dengan waktu dan konsentrasi yang cukup, dapat membasmi semua serangga-serangga pangan dalam setiap siklus hidup dan bahkan dapat membasmi hama yang lebih besar seperti tikus.

Namun demikian,fumigasi tidak menyebabkan kerusakan pada produk-produk tetapi sebaliknya, fumigasi justru akan menjaga produk dan komoditas aman dari infestasi hama. Prosedur yang benar dan ketat sangat penting diterapkan oleh fumigator untuk memastikan fumigan tidak menimbulkan resiko berbahaya bagi manusia atau hewan peliharaan.

MENGAPA PERLU JASA FUMIGASI?

Alasan-alasan pentingnya dilakukannya fumigasi untuk setiap komoditi yang akan di kirim ke luar negeri antara lain sebagai berikut: fumigasi merupakan salah satu persyaratan eksport sesuai dengan ketentuan internasional yang tertuang dalam berbagai kesepakatan bersama, diantaranya adalah international plant protection convention (IPPC) yang direkomendasikan oleh badan perdagangan dunia (WTO), komoditi yang akan di eksport harus dilakukan fumigasi, karena jika tidak maka komodti akan di re-fumigasi (atau di claim) di negara tujuan, perlu dilakukan proses fumigasi terhadap komoditi yang akan di eksport supaya komoditi yang dikirim tidak rusak sampai negara tujuan.

Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, ekspedisi, perusahaan logistik serta penyedia jasa layanan pergudangan lebih memilih untuk memasangkan rencana pengelolaan resiko hama dengan program pengendalian hama terpadu yang terbukti menjadi pendekatan menyeluruh dalam melindungi manufaktur, penyimpanan, dan proses pengiriman dari infestasi hama.

Jenis – Jenis Fumigasi Berdasarkan Penggunaannya

  • Fumigasi Perawatan

Fumigasi perawatan dilakukan di ruangan tertutup seperti gudang dengan barang-barang dan komoditas-komoditas disimpan. Fumigasi dilakukan untuk melindungi barang-barang terhadap kerusakan akibat hama. Hama seperti kumbang benih  dan tikus  dapat menyebabkan lintas infestasi ketika mereka berpindah dari komoditas berkualitas rendah untuk menempati barang-barang lainnya.   Fumigasi perawatan sebaiknya dilaksanakan secara berkala.  Jadwal fumigasi dibuat berdasarkan siklus perkembangbiakan hama. Beberapa jenis hama serangga dapat dipantau populasinya menggunakan perangkap berisi pheromone. Jumlah serangga yang terperangkap mengindikasikan jumlah populasi yang sebenarnya di dalam gudang. Fumigasi dilaksanakan jika jumlah serangga yang terperangkap alat monitoring telah mencapai angka tertentu. Pelayanan fumigasi Perawatan kami yang tersedia adalah Fumigasi Komoditas dan Fumigasi Ruangan

  • Fumigasi Tindakan Karantina.

Dalam perekonomian saat ini, merupakan hal umum apabila setiap bisnis melakukan pengiriman barang dan produk-produk antar negara melalui kapal maupun pesawat. Proses ekspor dan impor barang ini memberikan celah bagi hama untuk berinfestasi pada kargo dan masuk ke dalam wilayah suatu negara.

Fumigasi Karantina ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dibawa oleh hama. Fumigasi Karantina dibutuhkan berdasarkan kargo yang dibawa dan negara ekspor yang dituju. Bahan fumigan yang umum, digunakan adalah:

  • Methyl Bromide
  • Phosphin
  • Sulfuryl Flouride
  • Alfa Cypermethrin

Jenis – Jenis Fumigasi Berdasarkan Aplikasi Pekerjaannya

Menurut aplikasi pekerjaannya fumigasi dilaskanakan dalam berapa metode:

  • Undersheet Fumigation (terbatas pada komoditas yang akan di fumigasi),

Pada banyak gudang, komoditas pangan seeperti biji-bijian, sereal, tepung dan rempah-rempah disimpan dalam jangka waktu yang lama. Lintas infestasi kemungkinan terjadi ketika hama perusak dan berbahaya seperti kutu dan kumbang dari komoditas berkualitas rendah dapat bersarang di produk pangan yang lain.

  • Container Fumigation ( di dalam kontainer)

Melakukan fumigasi terhadap kontainer merupakan syarat standar di banyak negara yaitu untuk memastikan hama tidak masuk ke negara mereka serta membawa penyakit. Terdapat 2 kategori fumigasi kontainer yang dikategorikan berdasarkan jumlah pengiriman barang: Fumigasi FCL Fumigasi Kontainer Penuh merupakan metode yang paling sering digunakan fumigator untuk kegiatan ekspor; Fumigasi LCL mudah dikenali karena terlalu kecil untuk menempati seluruh kontainer.

  • Space Fumigation.

Infestasi hama sering ditemukan di kapal-kapal, pesawat, silo, maka penting untuk mengatasi hama-hama khususnya tikus-tikus, sebagai bagian dari ketentuan hukum yang berlaku. Sebelum melakukan fumigasi, diperlukan pengosongan area beresiko dan pastikan semua lubang tertutup untuk mencegah fumigan keluar.

Untuk pelaksanaan fumigasi ada 2 standar yang digunakan, yaitu:

  • STANDAR AQIS/BARANTAN.

Fumigasi dengan standar pengerjaan yang sesuai dengan prosedur kualifikasi badan karantina pertanian atau biasa disebut dengan fumigasi AQIS dimana proses fumigasinya menggunakan methyl bromide sebagai fumigannya dan harus oleh fumigator (perusahaan penyedia jasa fumigasi) yang telah mendapat lisensi dari BARANTAN-AQIS yaitu perusahaan yg telah mengikuti dan lulus skim audit barantan (SAB) yang diselenggarakan oleh BARANTAN – AQIS. Regulasi ini diberlakukan sejak tgl. 15 juni 2004.

  • STANDART ISPM#15.

Fumigasi pada palet kayu untuk pengiriman komoditi sebagai persyratan ISPM #15 (International Standards for Phytosanitaty Measures) yang merupakan turunan dari tuntutan kemasan kayu bebas hama oleh WTO dan FAO. Untuk pelaksanaan ISPM#15 kami bekerja sama dengan perusahaan yang telah terakreditasi oleh BRANTAN sejak 2005 dengan nomor ID 071, yakni PT. Sumber Kreasi Anugerah.

error: Content is protected !!
WhatsApp Konsultasi Gratis
%d bloggers like this: